PENGEMBANGAN KECAKAPAN HIDUP DALAM PEMBELAJARAN
MAKALAH
Disusun Untuk Memenuhi Tugas
Mata Kuliah: Teknologi Pendidikan
Dosen Pengampu: Bapak Fatah Syukur NC, M.Ag
Disusun Oleh:
Sri
(083111177)
FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2010
PENGEMBANGAN KECAKAPAN HIDUP DALAM PEMBELAJARAN
I. PENDAHULUAN
Sebagian masyarakat bahkan orang tua beranggapan bahwa memiliki anak yang pandai sudah cukup. Disamping itu, seorang anak yang telah menjadi sarjana atau lulusan sebuah perguruan tinggi dengan gelar akademis tertentu mampu menjamin masa depan kehidupan anak yang lebih menjanjikan. Betulkah demikian? Pemikiran seperti ini tentu dalam suatu waktu akan menemukan titik relevansinya. Namun, pada situasi dan kondisi tertentu mungkin janji-janji yang mencerahkan atas gelar akademis tersebut menjadi kurang relevan, bahkan masyarakat luas tidak lagi dipercayainya, seiring dengan semakin banyaknya pengangguran yang disebabkan karena faktor pendidikan. Oleh karena itu, pengembangan kecakapan hidup sangat penting dalam menghadapi problematika di era globalisasi ini. Karena menghadapi tantangan dan problematika di era globalisasi ini tidak cukup hanya dengan kemampuan kognitif sajakan tetapi pengembangan kecakapan juga perlu dikembangkan. Pada makalah ini kami akan membahas pengembangan kecakapan hidup dalam pembelajaran.
II. RUMUSAN MASALAH
A. Apa pengertian kecakapan hidup dan bagaimana konsepnya?
B. Apa prinsip-prinsip pembelajaran kecakapan hidup?
C. Bagaimana pengembangan hidup dalam pembelajaran?
D. Apa tujuan dan manfaat kecakapan hidup?
III. PEMBAHASAN
A. Pengertian Kecakapan Hidup dan Konsepnya
Kecakapan hidup merupakan orientasi pendidikan yang mensinergikan mata pelajaran menjadi kecakapan hidup yang diperlukan seseorang, dimanapun ia berada, bekerja atau tidak bekerja, apapun profesinya.
Kecakapan hidup (life skill) adalah kemampuan dan keberanian untuk menghadapi problema kehidupan, kemudian secara aktif mencari dan menemukan solusi untuk mengatasinya. Pengertian kecakapan hidup lebih luas dari ketrampilan vokasional atau ketrampilan untuk bekerja. Orang yang tidak bekerja misalnya ibu rumah tangga atau orang yang sudah pensiun, tetap memerlukan kecakapan hidup. Seperti halnya orang bekerja, mereka juga menghadapi berbagai masalah yang harus dipecahkan. Orang yang sedang menempuh pendidikanpun memerlukan kecakapan hidup karena mereka tentu juga memiliki permasalahannya sendiri.
Makna lain dari kecakapan hidup (life skill) adalah:
1. Pengetahuan dan kemampuan yang diperlukan untuk berfungsi dalam masyarakat.
2. Kemampuan yang membuat seseorang berbeda dalam kehidupan sehari-hari.
3. Kemampuan yang berupa perilaku adaptif dan positif yang memungkinkan seseorang untuk menjawab tuntutan dan tantangan kehidupan sehari-hari.
Pengertian kecakapan hidup (life skill) diatas senada dengan Santoso S. Hamijoyo yang mengatakan bahwa kecakapan hidup (life skill) adalah kecakapan yang dimiliki seseorang untuk mampu menghadapi problema hidup dan kehidupan dengan wajar tanpa merasa tertekan kemudian secara proaktif mencari serta menemukan solusi sehingga akhirnya mampu mengatasinya.
Jadi pengembangan kecakapan hidup merupakan pengembangan yang secara praktis dapat membekali peserta didik untuk menjawab tantangan dan mengatasi berbagai masalah di era globalisasi sekarang ini.
Adapun konsep kecakapan hidup (life skill) dirumuskan secara beragam, sesuai dengan landasan filosofis penyusunannya. Secara konseptual kecakapan hidup adalah urutan pilihan hidup pilihan yang memperkuat kehidupan psikologis yang dibuat seseorang dalam bidang ketrampilan yang spesifik. Kecakapan hidup sebagai pengetahuan yang luas dan interaksi kecakapan yang diperkirakan merupakan kebutuhan esensial bagi manusia dewasa untuk dapat hidup secara mandiri. Atau kecapakan hidup merupakan pedoman pribadi tubuh manusia yang membantu anak belajar bagaimana menjaga kesehatan tubuh, tumbuh sebagai individu, bekerja dengan baik, bagaimana keputusan logis, menjaga mereka sendiri ketika diperlukan dan menggapai tujuan hidup. Pendidikan berorientasi kecakapan hidup diartikan sebagai pendidikan untuk meningkatkan kemampuan, kesanggupan dan ketrampilan yang diperlukan oleh seseorang untuk menjaga kelangsungan hidup dan pengembangan dirinya. Kemampuan adalah realisasi dari kecakapan hidup yang bersifat kognitif, kesanggupan adalah realisasi dari kecakapan hidup yang lebih bersifat afektif dan ketrampilan adalah realisasi dari kecakapan hidup yang bersifat psikomotorik.
Kecakapan hidup dibagi menjadi dua:
1. Kecakapan Hidup Generik (General life skill/GLS)
Adalah kecakapan yang diperlukan siapapun, baik yang bekerja, yang tidak bekerja dan yang sedang menempuh pendidikan. Kecakapan ini terdiri dari atas:
a. Kecakapan personal (kecakapan mengenal diri/personal skills). Kecakapan ini mencakup:
1) Penghayatan diri sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, anggota masyarakat dan warga negara.
2) Menyadari dan mensyukuri kelebihan dan kekurangan yang dimiliki.
3) Kecakapan berpikir rasional (thinking skill).
Kecakapan berpikir pada dasarnya merupakan kecakapan menggunakan pikiran/rasio kita secara optimal. Kecakapan berpikir mencakup; kecakapan menggali dan menemukan informasi, kecakapan mengolah informasi dan mengambil keputusan secara cerdas , serta kecakapan memecahkan masalah secara arif dan kreatif.
Kecakapan menggali dan menemukan informasi memerlukan kecakapan dasar yaitu membaca, menghitung dan melakukan observasi.
Siswa yang belajar menghitung hendaknya bukan sekedar belajar secara mekanistik menerapkan kalkulasi angka dan bangun tetapi mengartikan apa informasi yang diperoleh dari kalkulasi itu.
Kecakapan melakukan informasi sangat penting dalam menggali informasi. Observasi dapat dilakukan melalui pengamatan fenomena alam lingkungan, melalui berbagai kejadian sehari-hari, peristiwa yang teramati langsung maupun dari berbagai media cetak dan elektronik termasuk internet.
Agar informasi terkumpul lebih bermakna harus diolah. Hasil olahan itulah yang sebenarnya dibutuhkan oleh manusia oleh karena itu, kecakapan berpikir tahap berikutnya adalah kecakapan mengolah informasi. Mengolah informasi artinya memproses informasi tersebut menjadi simpulan.
Jika informasi telah diolah menjadi simpulan, maka tahapberikutnya orang harus mengambil keputusan berdasarkan simpul;an-simpulan tersebut. Fakta menunjukkan sering kali orang takut mengambil keputusan karena takut menghadapi risiko yang muncul, padahal informasi untuk dasar pengambilan keputusan telah tersedia.
b. Kecakapan sosial/kecakapan antar personal (social skill). Kecakapan ini mencakup:
1) Kecakapan berkomunikasi
2) Kecakapan bekerjasama.
2. Kecakapan hidup yang bersifat spesifik (specific life skill/SLS)
Adalah kecakapan yang diperlukan seseorang untuk menghadapi problematika bidang khusus/tertentu disebut juga kompetensi teknis. Kecakapan ini terdiri atas:
a. Kecakapan akademik/kemampuan berfikir ilmiah (academic skill)
Kecakapan ini antara lain: kecakapan mengidentifikasi variabel dan menjelaskan hubungannya dengan suatu fenomena tertentu, merumuskan hipotesis terhadap rangkaian suatu kejadian serta merancang dan melaksanakan penelitian untuk membuktikan suatu gagasan atau keingintahuan.
b. Kecakapan vokasional/kemampuan kejujuran (vocational skill)
Kecakapan vokasional terkait dengan bidang pekerjaan atau kegiatan tertentu yang terdapat di masyarakat dan lebih memerlukan keterampilam motorik. Kecakapan ini meliputi kecakapan yang menggunakan alat kerja, alat ukur, memilih bahan, merancang produk dan kecakapan vokasional penunjang yang meliputi kecenderungan untuk bertindak dan sikap kewirausahaan.
Dalam kecakapan nyata antara GLS dan SLS tidak berfungsi secara terpisah, tetapi melebur menjadi satu tindakan individu yang melibatkan aspek fisik, mental, emosional, dan intelektual.
B. Prinsip-Prinsip Pembelajaran Kecakapan Hidup
Model pelaksanaan pendidikan kecakapan hidup dapat dipilih berbagai alternatif sesuai dengan model penyelanggaraan. Transfer of knowlwdge tidak mamakai lagi untuk pembelajaran berorientasi pelajaran kecakapan hidup. Orientasi pembelajaran kecakapan ini menggunakan prinsip “Empat Pilar” pendidikan, yaitu learning to know, learning to do, learning to live together, learning to be.
1. Learning to Know
Yaitu kemampuan kognitif. Kemampuan ini seperti:
a. Membuat keputusan.
b. Berpikir kritis.
2. Learning to Do
Yaitu kemampuan bekerja, meliputi:
a. Bekerja secara profesional.
b. Mengelola kebutuhan hidup.
c. Mandiri dalam menopang hidup.
3. Learning to Be
Yaitu kemampuan personal, meliputi:
a. Meningkatkan rasa percaya diri.
b. Mengelola perasaan.
c. Mengelola stress.
4. Learning to Live Together
Yaitu kemampuan inter personal, meliputi:
a. Negosiasi/menolak/manajemen konflik.
b. Empati.
c. Kerja sama dan kerja kelompok.
d. Advokasi.
Prinsip-prinsip pembelajaran kecakapan hidup meliputi:
a. Peran Guru
Guru berperan sebagai pembimbing, pembantu, pendamping, tutor, dan fasilitator, serta mengubah lingkungan belajar.
b. Peran Siswa
Siswa memainkan peranan sentral di dalam proses pembelajaran yaitu siswa diberikan peluang untuk belajar di mana terdapat penambahan kompleks sitas tegas.
c. Peran Strategi Pembelajaran
Belajar bertujuan membangun kecakapan hidup dan bukan produksi atau transfer semata. Oleh karenanya konstruksi pengetahuan, keyakinan dan sikap anak harus dipertimbangkan dalam mengelola pembelajaran membangun pengetahuan sehingga siswa memiliki keterampilan dalama memecahkan masalah, berpikir tingkat tinggi dan pemahaman mendalam.
C. Pengembangan Kecakapan Hidup dalam Belajar
Pada dasarnya aspek live skill bukan sekedar pengetahuan teknik atau keterampilan tetapi lebih berorientasi pada sikap mental melalui proses diri dengan praktik dan pengalaman karena dorongan motivasi dari diri sendiri. Oleh karena itu, guru sangat berperan penting dalam menanamkan sikap mental siswa ini melalui pembelajaran.
Gagne dalam winkel menyatakan bahwa fase dalam kegiatan pembelajaran adalah:
1. Fase Motivasi
Siswa sadar akan tujuan yang akan dicapai dan bersedia melibatkan diri. Peran guru dalam hal ini adalah menimbulkan motivasi belajar siswa dan menyadarakan siswa akan tujuan pembelajaran yang harus dicapai.
2. Fase Menaruh Perhatian
Siswa secara khusus memperhatikan hal yang akan dipelajari, sehingga konsentrasi terjamin.
3. Fase Pengolahan
Siswa memahami informasi dalam memori jangka pendek dan mengolah informasi untuk diambil maknanya. Dalam hal ini siswa harus menggali ingatan siasat-siasat yang pernah digunakannya mana yang cocok untuk problem ini.
4. Fase Umpan Balik
Siswa mendapat konfirmasi tentang tepat tidaknya penyelesaian yang ditemukannya, komunikasi ini dapat meningkatkan atau menurunkan motivasu siswa untuk berusaha memeras otak lagi pada lain kesempatan.
Untuk menganalisis kecakapan hidup yang akan dikembangkan langkah-langkahnya sebagai berikut:
1. Identifikasi jenis life skill.
2. Rumuskan kompetensi yang hendak dicapai.
3. Pilih strategi pembelajaran yang tepat.
Sebelum guru merancang pengalaman belajar untuk pembelajaran topic tertentu, maka terlebih dahulu perlu memastikan kecakapan hidup apa yang akan dikembangkan dalam pokok bahasan tersebut sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Aspek-aspek kecakapan hidup yang akan dikembangkan merupakan bagian dari kompetensi dasar (KD) yang harus diupayakan tercapai bersamaan denge\an pencapaian kecakapan akademik yang bersumber dari subsatnsi pokok bahasannya. Dengan demikian ketika menyususn silabus atau rencana pembelajaran, guru yang bersangkutan secara sengaja memasukan sebagai KD, merancangnya menjadi kegiatan pembelajaran dan mengukur hasilnya. Jadi aspek-aspek tersebut akan berpengaruh terhadap model atau metode pembelajaran yang akan dgunakan.
Jika aspek komunikasi lisan ingin dikembangkan, maka selama kegiatan pembelajaran siswa harus terlibat dalam komunikasi lisan, misalnya: diskusi atau presentasi.
Pendidikan kecakapan hidup dapat dilakukan melalui kegiatan ekstrakuriluler untuk mengembangkan potensi peserta didik sesuai dengan karakterisitik emosional dan spiritual dan prospek pengembangan diri yang materinya menyatu pada sejumlah mata pelajaran yang ada.
D. Tujuan dan Manfaat Kecakapan Hidup
Pendidikan dengan berorientasi pada kecakapan hidup (life skill) bertujuan untuk mengaktualisasikan potensi peserta didik sehingga dapat digunakan untuk memecahkan problem yang sedang dihadapinya. Di samping itu, juga memberikan kesempatan pada sekolah untuk mengembangkan pembelajaran yang fleksibel. Kecakapan luas dari keteremapilan untuk bekerja, kecakapan berpikir raional, kecakapan sosial, kecakapan akademik, dan kecakapan vokasional.
Secara umum pendidikan berorientasi pada kecakapan hidup bertujuan memfungsikan pendidikan sesuai dengan fitrahnya, yaitu mengembangkan potensi peserta didik untuk menghadapi perannya di masa datang.
Secara khusus pendidikan berorientasi pada kecakapan hidup bertujuan untuk:
1. Mengaktualisasikan potensi peserta didik sehingga mereka cakap bekerja (cakap hidup) dan mampu memecahkan masalah hidup sehari-hari.
2. Merancang pendidikan dan pembelajaran agar fungsional bagi kehidupan peserta didik dalam menghadapi kehidupannya sekarang dan di masa datang.
3. Memberikan kesempatan pada sekolah atau madrasah untuk mengembangkan pembelajaran yang fleksibel.
4. Mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Menyimak pendidikan yang berorientasi kecakapan hidup tersebut secara tersirat menjelaskan kepada kita bahwa lembaga pendidikan persekolahan diharuskan memberikan peluang yang luas dan besar kepada peserta didik untuk mendapatkan pendidikan tambahan yang berdimensi kecakapan pada peserta didik.
Adapun manfaat pendidikan berorientasi kecakapan hidup bagi peserta didik secara umum adalah sebagai bekal dalam menghadapi dan memecahkan masalah kehidupan baik sebagai pribadi yang mandiri, warga masyarakat maupun sebagai warga negara. Secara spesifik manfaat pendidikan life sikll adalah:
1. Untuk membekali individu dengan kecakapan.
2. Untuk merespon kejadian dalam hidup.
3. Yang membuat individu mandiri, produktif, mengarah pada kehidupan yang memuaskan dan memiliki kontribusi pada masyarakat.
4. Yang memungkinkan individu untuk berfungsi secara efektif di dunia yang selalu berubah.
IV. ANALISIS
Kecakapan hidup adalah kemampuan menggali, mengenali, menghadapi serta memecahkan masalah terhadap problem yang dihadapi. Pengembangan kecakapandapat membekali seseorang dalam menghadapi tantangan di eraglobalisasi ini.
Semua manusia mempunyai kacakapan , baik orang yang bekerja,tidak bekerka, berpendidikan maupun tidak berpendidikan. Kecakapan inilah yang dinamakan dengan kecakapan hidup generik yang menjadi dasar kecakapan yang dimiliki seseorang. Selain itu seseorang juga memiliki kecakapan khusus/spesifik. Kecakapan ini hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu.
Dalam kehidupan srhari-hari betapa kecilnya kita selalu menemukan masalah. Dan kita dituntut untuk mengambil suatu keputusan. Misalnya, seserang menjadi pemimipinbaik organisasi formal maupun tidak formal maka salah satu tugas pokoknya adalah membuat keputusan.
Setiap saat orang pasti menghadapi masalah yang harus dipecahkan. Pemecahan yang baik tentu berdasarkan informasi yang cukup dan diolah dan dipadukan dengan hal-hal yang terkait. Pemecahan masalah memerlukan kreativitasan dan kearifan. Kreativitas untuk menemukan pemecahan yang efektif dan efisien sedangkan kearifan diperlukan karena pemecahan harus selalu memperhatikan kepentingan berbagai pihak dan lingkungan sekitarnya. Oeh karena itu sejak dini, siswa perlu belajar memecahkan masalah, sesuai dengan tingkat berpikirnya.
Untuk memecahkan masalah memang dituntut kemampuan berpikir rasional, berpikir kreatif, berpikir alternatif, berpikir sistem, berpikir lateral dan sebagainya. Oleh karena pola tersebut perlu dikembangkan di sekolah dan kemudian diaplikasikan dalam bentuk pemecahan masalah. Model pembelajaran pemecahan masalah dapat diterapkan untuk maksud tersebut.
Tugas seorang guru harus bisa mengembangkan kecakapan yang dimiliki siswanya yaitu dengan cara mengenali kecakapan yang dimiliki siswanya , merumuskan kompetensi yang hendak dicapai dalam suatu pembelajaran, dan memilih suatu pembelajaran yang tepat.
Dengan adanya pengembangan kecakapan hidup siswa diharapkan dapat menghadapi tantangan dan memecahkan masalah di eraglobalisasi sekarang ini. Seorang pelajar lulus tidak mencari kerjaan lagi me;ainkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan.
V. KESIMPULAN
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kemampuan kecakapan life skill adalah kecakapan yang dimiliki seseorang untuk mampu menghadapi problema hidup dan kehidupan yang wajar tanpa merasa tertekan kemudian secara aktif dan proaktif, mencari serta menemukan solusi sehingg akhirnya mampu mengatasinya. Kecakapan hidup dibagi menjadi dua, yaitu kecakapn hidup generik dan kecakapan hidup spesifik. Kecakapn hidup generik mencakup kecakapan personal dam sosial. Sedangkan kecakapan hidup sosial mencakup kecakapan akademik dan vokasional. Prinsip-prinsip kecakapn hidup meliputi:
a. Peran Guru
Guru berperan sebagai pembimbing, pembantu, pendamping, tutor, dan fasilitator, serta mengubah lingkungan belajar.
b. Peran Siswa
Siswa memainkan peranan sentral di dalam proses pembelajaran yaitu siswa diberikan peluang untuk belajar di mana terdapat penambahan kompleks sitas tegas.
c. Peran Strategi Pembelajaran
Belajar bertujuan membangun pengetahuan siswa memiliki keterampilan dalama memecahkan masalah, berpikir tingkat tinggi dan pemahaman mendalam.
Untuk mengembangkan kecakapan hidup pada siswa guru harus bisa mengidentifikasikan kecakapan yang dimiliki oleh siswa. Kemudian guru memasukan aspek-aspek yang dimiliki sisw tersebut ke dalam silabus dalam bentuk SK, KD. Jika aspek komunikasi lisan ingin dikembangkan, maka selama kegiatan pembelajaran siswa harus terlibat dalam komunikasi lisan, misalnya diskusi atau presentasi.
Adapun tujuan kecakapan hidup bertujuan untuk memfungsikan pendidikan sesuai dengan fitrahnya, yaitu mengembangkan potensi peserta didik untuk menghadapi perannya di masa datang. Manfaat dari kecakapan hidup adalah sebagai bekal dalam menghadapi dan memecahkan masalah kehidupan baik sebagai pribadi yang mandiri, warga masyarakat maupun sebagai warga negara.
VI. PENUTUP
Demikanlah makalah yang dapat kami sampaikan. Kami menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih ada kekurangan. Untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca sangat kami harapkan guna penyempurnaan makalah ini dan makalah sellanjutnya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amiin.
DAFTAR PUSTAKA
Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam, Pedoman Integrasi Life Skill Terhadap Pembelajaran, Jakarta: Depag, 2005.
Majid, Abdul, Perencanaan Pembelajaran, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2009.
Rambangy, Mustafa, Pendidikan Transformastif, Yogyakarta: Teras, 2008.
Syukur, Fatah, Teknologi Pendidikan, Semarang: Rasail, 2005.
http://file:edu/direktori/A.FIP/jur.psikologi-pendidikan&bimbingan/mamat-15/2010.-Pengembangan_Kecakapan.h.pdf.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar